Program PLTS 100 GWp Dimulai, 14 Proyek Berkapasitas 5,3 GWp

Newswire
Newswire Sabtu, 10 Oktober 2026 09:27 WIB
Program PLTS 100 GWp Dimulai, 14 Proyek Berkapasitas 5,3 GWp

PLTS Terapung - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memperluas akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, mengatakan inklusi sosial dan ketahanan energi menjadi landasan penting dalam pengembangan program PLTS 100 GWp. Salah satu fokusnya adalah menghadirkan akses energi melalui program elektrifikasi desa.

"Inklusi sosial dan ketahanan energi adalah semangat dari target 100GWp, termasuk menghadirkan energi melalui program elektrifikasi desa,” ujar Mada dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Mada, transisi energi perlu melibatkan masyarakat secara luas. Target pengembangan PLTS hingga 100 GWp menjadi salah satu upaya untuk mendukung tujuan tersebut, terutama bagi wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam penyediaan listrik.

Ia menjelaskan sebagian besar desa berada di kawasan terpencil dan memiliki ketergantungan terhadap sektor pertanian serta perikanan lokal. Karena itu, pemanfaatan PLTS untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat.

Ketersediaan energi di wilayah tersebut berpotensi mendukung kegiatan ekonomi yang bergantung pada sektor lokal. Dengan demikian, pengembangan energi surya tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat dan aktivitas produktif di desa.

AESI Ajak Pemangku Kepentingan Regional Selaraskan Langkah

Mada mengatakan pengalaman Indonesia dalam memberdayakan masyarakat dapat menjadi bahan pembelajaran bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Menurut dia, tantangan penyediaan listrik di kawasan tersebut memiliki sejumlah kesamaan.

Tantangan itu mencakup penyesuaian regulasi, proses perizinan, hingga struktur kontrak dalam pengembangan proyek energi. Aspek-aspek tersebut perlu diperhatikan agar pengembangan energi surya dapat berjalan lebih efektif.

AESI pun mengajak para pemangku kepentingan di tingkat regional untuk menyelaraskan langkah dalam mendukung pengembangan proyek energi surya. Mada menilai perizinan yang adaptif dan penggabungan proyek dapat membantu meningkatkan daya tarik investasi.

“AESI mengajak pemangku kepentingan regional menyelaraskan langkah. Dengan perizinan yang adaptif dan agregasi proyek, kita dapat mengubah tantangan ini menjadi daya tarik bagi modal global,” kata Mada.

Penyelarasan kebijakan dan pendekatan dalam pengembangan proyek diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan yang dihadapi. Upaya tersebut juga berkaitan dengan peluang menarik modal global untuk mendukung pembangunan energi surya di kawasan.

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp. Tahap awal program tersebut mencakup pembangunan 14 PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di enam provinsi.

Enam provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.

Peluncuran sekaligus peletakan batu pertama program tersebut dilaksanakan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Prabowo menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Bahkan, ia menantang tim energi untuk menuntaskan pembangunan tersebut lebih cepat, yakni dalam dua tahun.

Menurut Prabowo, pengembangan PLTS merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online