KPK Gelar OTT ke-22 pada 2026, Sejumlah Pihak Diamankan Terkait BNPB
KPK mengonfirmasi OTT ke-22 sepanjang 2026 terkait BNPB. Sejumlah pihak diamankan dan masih dimintai keterangan.
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah./Antara-Kilang CIlacap\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah lemak atau Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bio avtur. Penjajakan tersebut dilakukan bersama Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) melalui kerja sama untuk mengkaji potensi limbah sebagai sumber energi alternatif.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Direktur Utama PAL Jaya Untung Suryadi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Oki mengatakan penandatanganan MoU menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk menjajaki pemanfaatan FOG yang dihasilkan dan/atau dikelola PAL Jaya sebagai bahan baku alternatif pengembangan biofuel. Inisiatif ini membuka peluang sinergi antara sektor energi dan pengelolaan air limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Pertamina Kaji Potensi Limbah untuk Energi Rendah Karbon
Pendekatan ekonomi sirkular memandang limbah bukan sebagai akhir dari suatu proses, melainkan sumber daya yang masih berpotensi dimanfaatkan. Melalui penjajakan FOG, Pertamina dan PAL Jaya berupaya mengidentifikasi peluang mengolah limbah yang selama ini perlu dikelola menjadi sumber daya bernilai bagi sektor energi.
Bagi Pertamina, penjajakan ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis rendah karbon atau low-carbon business melalui optimalisasi sumber daya alternatif. Oki menyebut pendekatan waste to energy atau pengolahan limbah menjadi energi dapat membuka peluang pemanfaatan limbah yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.
Dia mengatakan kerja sama tersebut juga merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam mendorong transisi energi.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” ujar Oki melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (13/10/2026).
Oki menuturkan Pertamina dan PAL Jaya akan mengkaji lebih lanjut potensi pemanfaatan FOG sebagai bahan baku biofuel. Hasil penjajakan diharapkan menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang pengembangan kerja sama berikutnya.
Proses pengkajian tersebut juga membuka peluang penciptaan nilai tambah dari pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Kedua pihak akan mempelajari potensi yang tersedia sebelum menentukan langkah lanjutan.
Kilang Dumai Produksi SAF dari Minyak Jelantah
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai memperkuat transformasi menuju kilang yang lebih ramah lingkungan melalui produksi SAF berbasis minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).
SAF tersebut diproduksi menggunakan teknologi co-processing dengan injeksi UCO sebesar 5% pada unit Hydrocracker. Produk itu juga telah mengantongi sertifikasi global International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).
Pengembangan SAF menjadi salah satu strategi Kilang Dumai untuk mendorong transisi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri. Inisiatif tersebut dipaparkan manajemen Kilang Dumai saat menerima kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai Isnandhi Dwi Saputra mengatakan produksi SAF merupakan bagian dari rangkaian inovasi yang dikembangkan Kilang Dumai untuk mempersiapkan kilang menghadapi transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
“Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus berinovasi dan melakukan pengembangan energi dalam rangka mendukung transisi energi nasional sekaligus menjaga keberlangsungan penyediaan energi bagi masyarakat,” ujar Isnandhi, dikutip Selasa (30/9/2026).
SAF yang diproduksi Kilang Dumai telah mendapatkan dua sertifikasi penting, yakni ISCC CORSIA dan ISCC EU. Kedua sertifikasi tersebut menjadi standar dalam pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KPK mengonfirmasi OTT ke-22 sepanjang 2026 terkait BNPB. Sejumlah pihak diamankan dan masih dimintai keterangan.
BMKG memprakirakan cuaca sebagian besar Indonesia cerah pada Rabu, 14 Oktober 2026. Suhu tertinggi di Jogja dan Sleman mencapai 36 derajat Celsius.
Kesbangpol Bantul mendorong Gen Z meningkatkan literasi politik agar memahami demokrasi, kritis terhadap kebijakan pemerintah, dan berpartisipasi dalam pembangu
Kemarau panjang di Bantul membuat petani menyesuaikan pola tanam. DKPP menyebut belum ada laporan gagal panen dan pompa irigasi disalurkan di 21 titik.
Penyaluran KPR subsidi baru 178.211 unit hingga 9 Oktober 2026. Ekonom menyoroti daya beli rendah dan sulitnya pekerja informal mengakses kredit.
Kalurahan Panggungharjo menjaga predikat desa antikorupsi melalui transparansi pemerintahan, partisipasi warga, dan bantuan renovasi rumah.