Iran Nilai Kini Waktu Tepat untuk Akhiri Perang dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan. /Antara.
Harianjogja.com, BANDUNG—Burung Ekek Keling Sunda atau yang dikenal pula sebagai Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina) dari Gunung Pangrango, Jawa Barat, disebut nyaris punah. Burung endemik tersebut bahkan sudah sulit ditemukan di habitat alaminya.
Pendiri Taman Safari Indonesia (TSI) Tony Sumampau mengatakan keberadaan burung tersebut di Gunung Pangrango semakin mengkhawatirkan akibat perburuan untuk dijadikan burung master bagi burung kicau lainnya.
“Bisa dikatakan keberadaan burung ini sudah nyaris punah karena tidak bisa ditemukan lagi di Gunung Pangrango,” kata Tony dalam acara Orientasi Wartawan Konservasi Satwa Liar (Owaka) yang digelar Forum Konservasi Satwaliar Indonesia (Foksi) di Cisarua, Bogor, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Tony, perburuan menjadi salah satu ancaman terhadap keberlangsungan populasi Ekek Keling Sunda. Burung tersebut kerap ditangkap untuk dipelihara sebagai burung master atau burung yang digunakan untuk melatih suara burung kicau lain.
Persoalannya, Ekek Keling Sunda memiliki tingkat stres yang tinggi ketika berada dalam penangkaran. Kondisi tersebut membuat burung ini rentan mengalami gangguan hingga berujung pada kematian.
“Burung ini stresnya cepat hingga nyawanya tidak lama setelah menjadi burung master,” ujarnya.
TSI Siapkan Pelepasliaran
TSI saat ini memiliki empat pasang Ekek Keling Sunda. Burung-burung tersebut merupakan hasil donasi masyarakat yang kemudian dikembangbiakkan untuk mendukung upaya konservasi.
Tony mengatakan empat pasang burung tersebut nantinya direncanakan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya di kawasan Gunung Pangrango.
“Rencananya empat pasang Burung Ekek Sunda itu akan dilepasliarkan ke Gunung Pangrango,” katanya.
Menurut dia, Ekek Keling Sunda sebenarnya memiliki potensi menjadi salah satu satwa yang merepresentasikan Jawa Barat. Selain burung tersebut, Surili dan Macan Kumbang juga dapat menjadi maskot daerah karena memiliki keterkaitan dengan kawasan Jawa Barat.
Ekek Keling Sunda memiliki ciri fisik yang cukup mencolok. Tubuhnya berwarna hijau cerah dengan paruh dan kaki merah terang. Di sekitar matanya terdapat garis hitam menyerupai topeng.
Burung dengan panjang tubuh sekitar 32 sentimeter itu juga memiliki paruh merah yang mencolok sehingga dikenal dengan julukan si paruh gincu.
Habitat Ekek Keling Sunda berada di kawasan hutan pegunungan atau dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 500-2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), terutama di Jawa Barat dan wilayah sekitarnya.
Satwa tersebut antara lain memangsa jangkrik, kecoak, ulat, dan katak kecil sebagai sumber makanan.
Saat ini, Ekek Keling Sunda masuk kategori terancam kritis (critically endangered). Populasinya di alam disebut sangat sedikit sehingga upaya perlindungan, pengembangbiakan, dan pelepasliaran menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan spesies tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
Ketergantungan Indonesia pada implan medis impor mencapai 92%-94%. Pakar mendorong penguatan riset, pendanaan, kolaborasi, dan regulasi nasional.
Ketentuan rujukan dan kontrol BPJS Kesehatan kini terintegrasi dengan layanan digital. Simak cara daftar antrean dan aturan jadwal kontrol.
Produksi kolagen kulit mulai turun sekitar 1% per tahun setelah usia 25 tahun. Dokter menjelaskan mekanisme dan risiko stimulasi kolagen.
Pemain Mataram Utama U-13 Firmansyah Purbo Wicaksono disanksi larangan bermain hingga Soeratin 2026 usai dan denda Rp10 juta.
Prabowo optimistis karhutla Kalimantan segera terkendali setelah pemerintah menambah helikopter, alat pemadam, pompa, dan personel.