Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Pembangunan panel surya. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
JAKARTA--Kapasitas pembangkit energi surya China diperkirakan bakal melampaui batu bara untuk pertama kalinya pada tahun ini berdasarkan analisis China Electricity Council (CEC). Prospek ini bakal menjadi capaian tersendiri bagi China yang telah lama mengejar target sistem kelistrikan yang lebih hijau.
CEC dalam laporannya yang dikutip dari Bloomberg menyebutkan bahwa pada akhir tahun ini sekitar separuh kapasitas terpasang pembangkit listrik China akan berasal dari surya dan angin. Sementara itu, porsi batu bara diproyeksikan turun menjadi sekitar sepertiga dari total kapasitas, meski pembangunan pembangkit baru masih terus berlangsung. Estimasi CEC menunjukkan kapasitas batu bara China akan mencapai sekitar 1.333 gigawatt (GW) pada akhir 2026.
Sebagai perbandingan, kapasitas surya telah mencapai 1.200 GW pada akhir 2025 dan dalam tiga tahun terakhir bertambah rata-rata 270 GW per tahun, berdasarkan data National Energy Administration. Penambahan kapasitas pembangkit dari seluruh sumber energi pada 2026 diperkirakan melampaui 400 GW, sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik nasional. Ekspansi ini dinilai membantu China menghindari pemadaman listrik luas seperti yang terjadi pada 2021 dan 2022, masalah yang hingga kini masih dialami sebagian wilayah di Amerika Serikat dan Eropa.
Sebagian besar tambahan kapasitas baru diperkirakan berasal dari energi terbarukan, terutama surya dan angin, yang bersama-sama diproyeksikan menyumbang sekitar 300 GW. Meski besar dalam skala global, angka ini menunjukkan perlambatan signifikan dibandingkan dengan tahun lalu ketika pembangkit tenaga surya menyumbang 315 GW kapasitas baru.
Perlambatan ini dipengaruhi kebijakan baru Beijing yang mendorong proyek energi terbarukan mengikuti mekanisme harga pasar. Hal ini diperkirakan menekan potensi pendapatan proyek baru. Pemerintah China juga mempercepat reformasi pasar listrik yang meningkatkan persaingan antar sumber energi sekaligus menekan harga listrik.
Di sisi lain, investasi jaringan listrik ditingkatkan ke rekor tertinggi pada tahun lalu guna mengatasi hambatan transmisi dan memastikan penyaluran listrik dari pembangkit terbarukan berjalan lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.