Karhutla Bakar 100 Hektare Kawasan Konservasi Lore Lindu

Newswire
Newswire Rabu, 28 Oktober 2026 09:47 WIB
Karhutla Bakar 100 Hektare Kawasan Konservasi Lore Lindu

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berdampak pada sekitar 100 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Kabupaten Sigi dan Poso, Sulawesi Tengah. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) melibatkan aparat Polri dan TNI untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas.

Kepala BBTNLL Agus Arianto mengatakan kerja sama antara kepolisian, TNI, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diperlukan untuk mempercepat respons terhadap kebakaran, terutama di kawasan konservasi.

"Apabila ada titik api muncul maka tim gabungan dapat langsung bergerak melakukan pemadaman agar api tidak menyebar dan berdampak lebih luas terhadap ekosistem hutan," ucapnya.

Agus menyebut kawasan yang kerap menjadi titik rawan kebakaran berada di wilayah Lindu dan Kulawi, Kabupaten Sigi, serta Kabupaten Poso.

"Total luas lahan yang terdampak akibat karhutla di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu mencapai kurang lebih 100 hektare," ujarnya.

Edukasi Masyarakat untuk Mencegah Kebakaran

Selain memperkuat pemadaman, BBTNLL menempatkan pencegahan sebagai salah satu prioritas penanganan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan api untuk membuka lahan.

"Edukasi secara terus-menerus digencarkan kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan api untuk membuka lahan terutama saat cuaca ekstrem El Nino yang membuat kawasan sangat rentan terhadap kebakaran," kata dia.

BBTNLL juga terlibat dalam operasi kewilayahan Aman Tinombala yang digelar Polda Sulawesi Tengah selama 65 hari, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Operasi tersebut berkaitan dengan penanggulangan bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Taman Nasional Lore Lindu merupakan salah satu kawasan pelestarian alam paling penting di Indonesia. Terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan lanskap hutan tropis yang megah, tetapi juga menjadi rumah bagi kekayaan flora, fauna endemik, serta situs purbakala megalitikum yang bernilai tinggi.

Secara administratif, kawasan konservasi ini berada di wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso. Dengan luas mencapai ratusan ribu hektare, taman nasional ini memainkan peran vital sebagai daerah tangkapan air bagi beberapa sungai besar di Sulawesi Tengah, serta menjadi paru-paru hijau yang menopang ekosistem regional.

Keunikan Taman Nasional Lore Lindu tidak hanya terletak pada aspek keanekaragaman hayatinya saja, melainkan juga pada warisan sejarah budaya masa lampau. Di dalam dan sekitar kawasan taman nasional tersebar ratusan arca batu megalit (patung batu purba), perkakas, dan wadah batu besar peninggalan zaman prasejarah yang hingga kini masih menyimpan misteri peradaban masa lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online