PLTS 100 GW Dinilai Butuh Status Program Nasional, Ini Alasannya
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) untuk Oktober 2026. Harga HIP biodiesel naik, sedangkan harga HIP bioetanol turun dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk Oktober 2026, HIP biodiesel ditetapkan sebesar Rp15.072 per liter ditambah ongkos angkut. Angka tersebut naik dari HIP biodiesel September 2026 yang berada di level Rp15.025 per liter ditambah ongkos angkut.
Sementara itu, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel ditetapkan US$85 per metrik ton. Nilai tersebut masih sama dengan besaran yang berlaku sejak Desember 2025.
Perhitungan Harga Biodiesel
Besaran HIP BBN jenis biodiesel dihitung berdasarkan Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar.
Sementara itu, besaran ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Perhitungan HIP BBN biodiesel menggunakan formula:
HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut.
Rata-rata harga CPO KPB pada periode 25 Agustus hingga 24 September 2026 tercatat Rp15.820 per kg. Adapun konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.702 per US$.
Angka 870 kg per m³ merupakan faktor satuan dari kilogram ke liter.
HIP Bioetanol Turun
Berbeda dengan biodiesel, HIP BBN jenis bioetanol untuk Oktober 2026 ditetapkan sebesar Rp11.604 per liter. Harga tersebut turun dibandingkan HIP bioetanol September 2026 yang mencapai Rp11.814 per liter.
Perhitungan HIP BBN bioetanol menggunakan formula yang telah ditetapkan, yakni:
HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter.
Harga tetes tebu KPB rata-rata untuk periode 15 Juni 2026 hingga 14 September 2026 berada di level Rp1.740 per kg.
Dalam formula tersebut, 4,125 kg per liter merupakan faktor satuan konversi dari kilogram ke liter. Sementara US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol.
Untuk konversi nilai kurs, perhitungan HIP bioetanol menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.708 per US$.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna