Apple Akan Tarik Komisi 15 Persen dari Transaksi di Luar App Store
Apple mengusulkan komisi 15% untuk transaksi melalui tautan pembayaran di luar App Store. Tarif berbeda berlaku bagi pengembang tertentu.
Ilustrasi kilang minyak./JIBI
Harianjogja.com, CILACAP—Pertamina Patra Niaga menyiapkan investasi sekitar US$1,1 miliar atau setara Rp19,8 triliun untuk pembangunan Green Bio-Refinery Cilacap. Proyek ini ditargetkan memasuki tahap engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2029.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 860 kiloliter (KL) per hari atau 870 AVO KL per day.
“ini adalah rencana proyek Green Bio-Refinery Cilacap dengan kapasitas kira-kira saat ini 860 KL per day atau 870 AVO KL per day,” kata Hermawan di sela Media Gathering Pertamax Journey Cilacap—Jogja di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).
Proyek Green Bio-Refinery Masuk Tahap FID
Hermawan menjelaskan pengembangan Green Bio-Refinery Cilacap telah dimulai sejak 2025 melalui proses engineering design. Tahapan tersebut meliputi penyusunan desain pembangunan hingga persiapan proses tender.
Pada 2026, Pertamina Patra Niaga menjalankan proses final investment decision (FID) sekaligus menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon mitra. Langkah ini dilakukan untuk menentukan mitra yang paling tepat dalam mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Setelah proses FID dan penentuan mitra selesai, proyek ditargetkan memasuki tahap EPC pada 2027. Fasilitas Green Bio-Refinery Cilacap selanjutnya diharapkan mulai beroperasi pada 2029.
“Harapannya nanti on-stream-nya di tahun 2029. Dengan nilai total investasi, estimasinya kira-kira mencapai sekitar rata-rata 1,1 billion USD,” kata Hermawan.
Kapasitas Green Fuel Naik Jadi 860 KL per Hari
Salah satu tujuan utama pembangunan Green Bio-Refinery Cilacap adalah meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar ramah lingkungan atau green fuel. Saat ini, kapasitas produksi masih berada di kisaran 200-an KL per hari dan akan ditingkatkan menjadi sekitar 860 KL per hari.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperbesar pasokan bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia.
Dari sisi lokasi, Green Bio-Refinery Cilacap akan dibangun di atas lahan sekitar 17,5 hektare yang berdampingan dengan kompleks Kilang Cilacap. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai salah satu dedicated green refinery yang berfokus pada produksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar.
Gunakan Minyak Jelantah dan Bahan Baku Nabati
Green Bio-Refinery Cilacap nantinya membutuhkan feedstock sekitar 311.000 ton per tahun. Bahan baku tersebut akan diproses di fasilitas biorefinery untuk menghasilkan produk sekitar 232.000 ton per tahun.
Bahan baku yang digunakan antara lain minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) serta bahan baku nabati. Pemanfaatan waste feedstock menjadi bagian penting dari konsep kilang karena bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah.
“Nah ini, unit ini memanfaatkan bahan baku tadi ya yang jelantah atau nabati ya, yang ramah lingkungan,” katanya.
Produk yang dihasilkan Green Bio-Refinery Cilacap nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di dua bandara internasional, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng dan bandara internasional di Denpasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Apple mengusulkan komisi 15% untuk transaksi melalui tautan pembayaran di luar App Store. Tarif berbeda berlaku bagi pengembang tertentu.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.