Polisi Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Ungkap Alasannya
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, PALEMBANG— Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui pengembangan produk dan inovasi, termasuk implementasi Biosolar B50. Kilang yang telah beroperasi sejak 1904 itu menjadi salah satu fasilitas pengolahan minyak yang terus beradaptasi dengan kebutuhan energi dan industri.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Plaju Khabibullah Khanafie mengatakan perjalanan panjang Kilang Plaju menjadi fondasi bagi para pekerja untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan energi dan industri.
Kilang Plaju memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 ribu barel per hari. Kapasitas tersebut didukung lima Crude Distillation Unit (CDU) serta sejumlah unit pengolahan lainnya.
Dari fasilitas tersebut dihasilkan berbagai produk, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), produk non-BBM, hingga produk intermedia untuk mendukung kebutuhan energi dan industri.
Salah satu langkah terbaru Kilang Plaju dalam mengembangkan energi berbasis sumber daya domestik dilakukan melalui implementasi mandatori B50 nasional. Pada 22 Juli 2026, Kilang Plaju melaksanakan lifting perdana Biosolar B50 menuju Integrated Terminal Palembang.
B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen minyak solar.
Implementasi B50 diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Penggunaan biodiesel juga diharapkan meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional dan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat,” katanya.
Khabibullah menjelaskan kesiapan fasilitas menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan B50. Selain itu, pengendalian mutu, keselamatan, dan keandalan operasi harus dipastikan agar implementasi berjalan sesuai standar.
Pengembangan inovasi di Kilang Plaju juga dilakukan melalui produk refrigeran Breezon MC-32 berbasis propylene. Produk tersebut dikembangkan melalui riset pekerja Kilang Plaju sejak 2018.
Breezon MC-32 diklaim mampu menekan konsumsi listrik sebesar 20-30 persen serta membutuhkan massa pengisian lebih rendah dibandingkan refrigeran sintetis. Produk ini telah digunakan PT Pertamina EP Cepu untuk mendukung operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.
Inovasi lainnya berasal dari produk petrokimia Polytam. Sepanjang 2025, unit Polypropylene Kilang Plaju memproduksi 50.050 ton Polytam atau mencapai 114 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025.
Produk biji plastik tersebut menjadi bahan baku bagi berbagai industri, termasuk kemasan, otomotif, dan rumah tangga. Produksi Polytam sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.
Penguatan ketahanan energi di Kilang Plaju juga berjalan beriringan dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Kilang Plaju berhasil meraih penghargaan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut pada periode 2022 hingga 2025.
Hingga Agustus 2026, Kilang Plaju juga telah mencatatkan 26 penghargaan tingkat nasional. Berbagai penghargaan tersebut mencakup aspek operasional, keselamatan, inovasi, lingkungan, dan kontribusi kepada masyarakat.
Khabibullah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pekerja Kilang Plaju dalam menjaga standar operasional sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Setiap pencapaian adalah hasil dari kerja bersama. Kami tentu bersyukur dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Dengan perjalanan lebih dari satu abad, Kilang Plaju berkomitmen menjaga operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Pengembangan B50 dan berbagai inovasi produk menjadi bagian dari upaya kilang untuk mendukung kemandirian serta ketahanan energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Prabowo menyapa puluhan ribu warga Monas dari atas Maung Limousine usai menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara.
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut sebelum terbakar di Selat Lombok. Pemerintah menyoroti verifikasi manifest penumpang.
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.