Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Deputi Bidang SNSU BSN sekaligus Pimpinan National Metrology Institute (NMI) Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono (tengah). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi tuan rumah Asia Pacific Metrology Programme (APMP) Mid-Year Meeting 2026 yang dihadiri paka metrologi delegasi dari 20 negara di Jogja, Kamis (16/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sistem ketertelusuran pengukuran (traceability) sebagai fondasi mendukung penerapan ekonomi sirkular di kawasan Asia Pasifik.
Melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU), BSN mendorong kolaborasi antarlembaga metrologi nasional agar sistem pengukuran di setiap negara memiliki standar yang selaras dengan sistem internasional.
Ketertelusuran Pengukuran Jadi Fondasi Standarisasi
Deputi Bidang SNSU BSN sekaligus Pimpinan National Metrology Institute (NMI) Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono, menjelaskan sistem metrologi yang terstandar diperlukan agar seluruh alat ukur yang digunakan masyarakat maupun industri memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.
"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ketertelusuran pengukuran itu bisa dilakukan, sehingga seluruh sistem pengukuran itu bisa traceable atau tertelusur ke sistem internasional," ujar Kristianto saat ditemui di sela acara, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, konsep ketertelusuran berlaku pada seluruh jenis alat ukur, mulai dari timbangan perdagangan hingga termometer medis. Akurasi pengukuran menjadi faktor penting karena kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil diagnosis kesehatan maupun kualitas produk industri.
Kristianto menjelaskan setiap alat ukur dikalibrasi secara berjenjang menggunakan alat yang memiliki tingkat presisi lebih tinggi hingga mengacu pada standar nasional yang dikelola BSN. Untuk memastikan standar Indonesia setara dengan negara lain, dilakukan uji banding antarlaboratorium metrologi di kawasan Asia Pasifik.
"Tertelusur artinya alat itu bisa dikalibrasi oleh alat yang lebih presisi, dan terus berjenjang secara nasional hingga ke BSN. Untuk memastikan standar kita setara dengan negara lain, dilakukan uji banding antar laboratorium di Asia Pasifik," imbuhnya.
Sistem Piramida Metrologi Nasional
Kristianto menjelaskan laboratorium acuan utama BSN saat ini berada di Serpong yang terdiri atas dua gedung laboratorium serta satu laboratorium radiasi pengion di Mampang.
Untuk memperluas layanan kalibrasi di berbagai daerah, BSN menerapkan sistem piramida metrologi nasional. Melalui mekanisme tersebut, laboratorium acuan nasional mengalibrasi laboratorium berkompetensi tinggi di daerah yang selanjutnya memberikan layanan kalibrasi dan tera ulang kepada masyarakat maupun industri secara berjenjang.
Pendekatan tersebut memungkinkan pelayanan kalibrasi dilakukan lebih efisien tanpa seluruh alat ukur harus dikirim langsung ke laboratorium pusat.
APMP Dorong Kolaborasi Hadapi Tantangan Rantai Pasok
Selain membahas penguatan sistem metrologi, pertemuan APMP Mid-Year Meeting 2026 juga menyoroti pentingnya kolaborasi regional dalam menghadapi tantangan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik.
Salah satu fokus utama yang dibahas ialah kesiapan sistem pengukuran untuk mendukung implementasi ekonomi sirkular, termasuk memastikan kualitas material maupun komponen yang akan digunakan kembali.
Chairperson APMP, Gregory Goh, mengatakan kolaborasi antarlembaga metrologi menjadi kunci untuk memperkuat sistem pengukuran di kawasan Asia Pasifik.
"Komunitas APMP memiliki semangat kolaborasi yang sangat kuat. Jadi, bersama-sama kita bisa berbuat lebih banyak," kata Dr. Gregory Goh.
Menurutnya, pengukuran memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi hijau, termasuk memastikan kualitas komponen yang akan didaur ulang, seperti baterai. Ekonomi sirkular sangat penting bagi semua orang karena adanya berbagai gangguan geopolitik terhadap rantai pasok global. Oleh karena itu, perlu lebih saling mendukung antara satu negara dengan yang lain.
"Pengukuran akan selalu menjadi hal penting dalam bidang-bidang yang mendukung ekonomi sirkular, seperti baterai. Ketika Anda ingin menggunakan kembali sebuah baterai, siapa yang bisa memberi tahu Anda bahwa baterai tersebut masih memiliki kapasitas 85% atau 60%? Tidak ada yang tahu kecuali kita mengukurnya," pungkasnya.
Melalui forum APMP Mid-Year Meeting 2026, BSN bersama negara-negara di kawasan Asia Pasifik berupaya memperkuat harmonisasi standar pengukuran agar mampu mendukung perdagangan, industri, inovasi teknologi, serta penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Pemkab Bantul mengusulkan enam ruas jalan diperbaiki melalui Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat revitalisasi di tengah keterbatasan anggaran.
Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan melemah ke Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS dipicu sentimen geopolitik dan fiskal domestik.
enginap di sebuah hotel kini bukan lagi sekadar mencari tempat untuk beristirahat. Wisatawan juga mencari pengalaman yang hangat, personal, dan memiliki cerita.
BSN menjadi tuan rumah APMP Mid-Year Meeting 2026 yang diikuti 20 negara untuk memperkuat ketertelusuran pengukuran dan ekonomi sirkular.