Anak-anak di Gowongan Belajar Kelola Sampah Lewat Dongeng

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 14 Juli 2026 13:57 WIB
Anak-anak di Gowongan Belajar Kelola Sampah Lewat Dongeng

Kegiatan Gebyar PAUD di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, pada Sabtu (11/7/2026). Ist/ Kelurahan Gowongan.

Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, dikenalkan kebiasaan memilah sampah melalui cara yang dekat dengan dunia mereka, yakni mendongeng dan bermain. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).

Program itu dikemas dalam Gebyar PAUD 2026 bertema Anak Hebat, Lingkungan Sehat yang digelar pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan diikuti peserta didik PAUD dari RW 1 hingga RW 13 se-Kelurahan Gowongan dengan beragam aktivitas edukatif, mulai dari mendengarkan dongeng, mewarnai totebag, hingga pentas seni.

Lurah Gowongan, Tika Andriatiavita, mengatakan Gebyar PAUD tidak hanya menjadi wadah bagi anak-anak untuk berkreasi dan bermain. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan mencintai lingkungan sejak usia dini, terutama melalui edukasi pengelolaan sampah.

"Kami memang konsen di edukasi pengolahan sampah. Ada edukasi yang kami tanamkan tentang pembelajaran cinta lingkungan sejak usia dini," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (14/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak belajar mengenali cara memilah sampah melalui dongeng yang dibawakan Kak Iday. Cerita yang disampaikan diambil dari buku bergambar berjudul Serunya Pilah Sampah di Rumah Mas Jos, yang disusun oleh Kelurahan Gowongan sebagai media edukasi lingkungan bagi anak-anak.

Selain mendengarkan cerita, peserta juga diajak mewarnai totebag sebagai pengenalan penggunaan tas yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi penggunaan kantong sekali pakai. Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan pentas seni anak-anak serta pameran produk pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi UMKM Kelurahan Gowongan.

Setiap peserta memperoleh buku cerita Serunya Pilah Sampah di Rumah Mas Jos untuk dibawa pulang. Melalui buku tersebut, orang tua diharapkan dapat melanjutkan edukasi kepada anak di rumah sehingga kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Setiap anak kami berikan buku cerita berjudul Serunya Pilah Sampah di Rumah Mas Jos untuk dapat dibaca atau didongengkan oleh orang tua di rumah," ujarnya.

Buku cerita itu merupakan inovasi Kelurahan Gowongan yang diluncurkan pada November 2025 sebagai media pengenalan program Mas Jos kepada anak usia dini. Materinya disusun menggunakan bahasa sederhana dan ilustrasi yang mudah dipahami agar anak dapat mengenali perbedaan sampah organik dan anorganik melalui contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Kelurahan Gowongan memilih metode cerita bergambar karena mendongeng sudah menjadi bagian dari proses belajar di PAUD. Pendekatan tersebut diharapkan membuat anak lebih mudah memahami pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya sejak dini tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.

Melalui Gebyar PAUD 2026, Kelurahan Gowongan juga ingin melibatkan keluarga dalam membangun kebiasaan baru mengelola sampah. Edukasi yang dimulai di sekolah diharapkan berlanjut di rumah sehingga budaya memilah sampah melalui program Mas Jos dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online