Invirotech 2026: Menteri LH Dorong Teknologi Hijau

Newswire
Newswire Jum'at, 12 Juni 2026 01:37 WIB
Invirotech 2026: Menteri LH Dorong Teknologi Hijau

MenLH dorong generasi muda adopsi teknologi hijau lewat InvirotechMenteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meresmikan pembukaan pameran Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026 di JCC, Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, mendorong generasi muda untuk aktif mengadopsi teknologi hijau dalam menghadapi tantangan krisis iklim. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026 di Jakarta Convention Center, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutannya, Jumhur menegaskan bahwa Invirotech 2026 harus menjadi titik awal percepatan aksi nyata, bukan sekadar forum seremonial. Ia mengajak seluruh peserta untuk mendorong kolaborasi konkret, mulai dari adopsi teknologi ramah lingkungan, penguatan kapasitas SDM, hingga investasi hijau yang berdampak langsung di lapangan.

“Ini momentum penting untuk mempercepat kerja sama nyata. Kita butuh implementasi, bukan hanya wacana,” ujar Jumhur.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin global dalam aksi lingkungan. Kekayaan keanekaragaman hayati, luas wilayah, serta potensi generasi muda yang kreatif menjadi kekuatan utama dalam mendorong inovasi berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh lagi bertentangan dengan perlindungan lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan dengan visi jangka panjang dan kebijakan yang terukur.

99 Peserta Tampilkan Inovasi Teknologi Hijau

Invirotech 2026 diikuti sebanyak 99 peserta dari berbagai sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan internasional, organisasi global, komunitas, startup, hingga perguruan tinggi.

Beragam inovasi dipamerkan, mencakup teknologi pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran udara dan air, konsep waste to energy, energi terbarukan, konservasi sumber daya air dan tanah, hingga digitalisasi sistem pemantauan kualitas lingkungan.

Pada hari pertama, pameran ini menarik sekitar 4.000 pengunjung. Menariknya, lebih dari 3.000 di antaranya merupakan pelajar dan mahasiswa yang didominasi generasi Z, menunjukkan tingginya minat anak muda terhadap isu lingkungan dan teknologi hijau.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Ketua Pelaksana Invirotech 2026, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Menurutnya, perubahan nyata membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat luas.

“Lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kolaborasi, upaya yang dilakukan tidak akan cukup untuk menjawab tantangan ke depan,” kata Rasio.

Apresiasi untuk Pejuang Lingkungan

Dalam rangkaian acara, pemerintah juga memberikan penghargaan Kalpataru kepada 16 pejuang lingkungan hidup dari berbagai daerah. Selain itu, penghargaan lifetime achievement diberikan kepada Emil Salim atas kontribusinya dalam bidang lingkungan di Indonesia.

Invirotech 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026, dan diharapkan menjadi wadah strategis yang mempertemukan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online