Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
JAKARTA--Produksi sampah di Indonesia disebut mencapai 12 kali luas Candi Borobudur. Founder & Chief Executive Officer Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan timbulan sampah nasional terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Dia menyebut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup mencatat sampah yang dihasilkan Indonesia setiap harinya mencapai sekitar 144.000 ton. Pria yang akrab disapa Sano itu menjelaskan bahwa jika seluruh sampah tersebut dikumpulkan di satu lokasi, volumenya setara dengan sekitar 12 Candi Borobudur. Artinya, dalam kurun satu tahun, akumulasi sampah di Indonesia bisa mencapai setara 4.380 Candi Borobudur. "Mungkin ini masih banyak yang belum sadar. Karena kita merasa kantor kita bersih, rumah kita juga bersih. Padahal, yang sebenarnya terjadi, sampah yang ada di kita itu hanya berpindah," katanya dalam acara Refleksi Hari Bumi: Meninjau Ulang Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia, Jakarta, Senin, (20/4/2026).
Sayangnya, dia mengemukakan pengelolaan sampah di Indonesia memang masih sebatas memindahkan limbah dari satu titik, seperti rumah atau perkantoran, ke lokasi lain. Aksi ini tak disertai dengan penanganan yang benar-benar menyelesaikan masalah. Secara sistematis, pengelolaan yang terstruktur dinilai masih belum berjalan efektif.
Hingga pengujung 2025, Kementerian Lingkungan Hidup mencatat tingkat pengelolaan sampah nasional masih berada di kisaran 25% atau sekitar 36.684 ton per hari. Artinya, sebagian besar sampah, yakni 75% atau setara 105.483 ton per hari, belum tertangani dengan optimal dan berisiko mencemari lingkungan. Selama ini, sebagian besar sampah berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan metode open dumping atau pembuangan di ruang terbuka. Metode ini justru membuat pengelolaannya makin kompleks. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi.
Dirinya pun mengapresiasi langkah pemerintah tahun ini yang berencana menghentikan praktik open dumping tersebut. "TPA seharusnya hanya digunakan untuk residu. Jangan sampai tragedi seperti di Leuwigajah tahun 2005 kembali terjadi," imbuhnya. Dia menilai salah satu tantangan utama pengelolaan sampah di Indonesia adalah belum adanya sistem yang benar-benar holistik, efektif, dan dapat ditegakkan. Regulasi sebenarnya sudah ada, bahkan ada prinsip bahwa setiap orang wajib memilah sampah.
Namun, ketiadaan sistem yang apik membuat masyarakat tetap mencampur sampah tanpa konsekuensi. Selain itu, standar dan sertifikasi untuk pelaku pengelolaan sampah juga tidak diterapkan. Padahal, aturan mewajibkan setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah untuk memiliki sertifikat kompetensi. Kenyataannya, siapa saja bisa masuk tanpa standar yang jelas. Masalah lain adalah ketergantungan pada bantuan dana, bukan membangun sistem permanen. Akibatnya, sistem menjadi tidak stabil dan membuka celah bagi praktik ilegal, seperti tempat pembuangan liar.
Kemudian, Sano juga menyoroti pengawasan dan sanksi yang juga lemah, sehingga pelanggaran menjadi hal yang dianggap normal. Ke depan, katanya, pengelolaan harus dimulai dari sumber awal, yakni pemilahan, pengurangan, dan tanggung jawab produsen serta konsumen. "Indonesia memiliki potensi ekonomi sirkular hingga sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun untuk mewujudkannya, diperlukan infrastruktur, sistem pengumpulan, serta industri daur ulang yang memadai," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.
Jadwal bola malam ini 26-27 September 2026 menghadirkan Inggris vs Spanyol, Republik Ceko vs Kroasia, perempat final Asian Games, dan Liga 2.
Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di SUGBK. Psywar media sosial dan rekam jejak pertemuan kedua tim ikut menjadi sorotan.
Ekspansi OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan perusahaan AI lain memperketat pasar kantor Singapura. Harga sewa diprediksi naik 10 persen.
MotoGP 2027 digelar dalam 22 seri. Mandalika menjadi seri ke-20 pada 29-31 Oktober, disusul Adelaide dan Valencia.