Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
JAKARTA--Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Erma Yulihastin mengingatkan kenaikan temperatur muka Bumi sebagai bagian krisis iklim berkorelasi dengan cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti di Sumatera.
Dalam diskusi diikuti daring dari Jakarta, Selasa (30/12/2025), Erma Yulihastin menjelaskantemperatur permukaan Bumi saat ini mengalami kenaikan hampir mendekati 1,5 derajat Celsius dan dapat mencapai angka tersebut pada 2029, lebih cepat beberapa tahun dibandingkan perkiraan sebelumnya.
"Konsekuensi langsung dari kondisi yang 1,5 [derajat Celsius] memang yang pertama kali, yang sangat langsung begitu adalah extreme weather event, kejadian cuaca ekstrem yang salah satu indikasinya adalah storm atau badai," kata Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN itu.
Dia mengatakan tim peneliti di BRIN sudah mendalami terkait perilaku atau sifat kejadian badai di Indonesia, dengan salah satu dampak luar biasa dari krisis iklim yang terjadi saat ini adalah perubahan pola badai.
Dia menyebut kondisi yang terjadi di Sumatera adalah cuaca ekstrem dalam skala sinoptik lewat badai tropis yang berarti secara ruang dapat mencapai ratusan atau sampai ribuan kilometer. Tidak hanya itu, skala waktunya juga lebih panjang, mulai dari berhari-hari sampai berpekan-pekan.
Sebelumnya, curah hujan ekstrem yang dipengaruhi Siklon Tropis Senyar di wilayah di dekat Sumatera berkontribusi terhadap kejadian banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan 1.141 orang meninggal dunia dan 163 orang masih berstatus hilang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (30/12/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual