Barani dan Malu, Dua Anak Harimau Sumatra yang Lahir di Amerika Serikat

Newswire
Newswire Senin, 05 Oktober 2026 21:27 WIB
Barani dan Malu, Dua Anak Harimau Sumatra yang Lahir di Amerika Serikat

Dua anak harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Barani dan Malu, lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, pada 1 Juli 2026. /antara--KBRI Washington.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kelahiran dua anak harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, menjadi kabar penting bagi upaya konservasi satwa yang terancam punah. Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Indroyono Soesilo menyebut kelahiran tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama Indonesia dan AS terhadap kelestarian alam.

Dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington yang diterima di Jakarta, Senin, kedua anak harimau tersebut lahir pada 1 Juli 2026. Kelahiran itu baru diumumkan kepada publik pada 2 Oktober 2026 setelah tim perawat memastikan kondisi kedua anak dan induk harimau dalam keadaan stabil.

Dua bayi harimau tersebut diberi nama Barani dan Malu. Nama Barani berakar dari kata “berani”. Ia digambarkan sebagai anak harimau yang lebih aktif dan penuh rasa ingin tahu, sementara Malu cenderung lebih tenang dan berhati-hati.

Kelahiran kedua satwa ini menjadi catatan tersendiri bagi Kebun Binatang Fort Worth. Barani dan Malu merupakan kelahiran harimau Sumatera pertama dalam sejarah kebun binatang tersebut.

Keduanya merupakan anak dari Ndari dan Rakan. Bagi Ndari, kelahiran tersebut menjadi pengalaman pertama karena ia baru pertama kali melahirkan. Saat diperkenalkan kepada publik, kedua bayi harimau itu telah berusia sekitar 13 minggu dengan berat masing-masing sekitar 8-9 kilogram.

Kelahiran Pertama Harimau Sumatra di Fort Worth

Indroyono mengatakan kelahiran Barani dan Malu memiliki makna yang lebih luas karena berkaitan dengan hubungan antara Fort Worth dan Indonesia. Fort Worth tercatat sebagai kota pertama di AS yang menjalin hubungan sister city dengan kota di Indonesia.

Fort Worth memiliki kerja sama sister city dengan Bandung, Jawa Barat, sejak 2 April 1990. Hubungan kedua kota tersebut terus dipelihara dan dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Kedua kota memperingati 35 tahun persahabatan pada tahun lalu. Momentum tersebut juga kembali menjadi penegasan komitmen untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Karena itu, kehadiran dua anak harimau Sumatera di Kebun Binatang Fort Worth tidak hanya menjadi kabar mengenai kelahiran satwa. Di area Predators of Asia & Africa, Barani dan Malu kini menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Indonesia dapat menjadi bagian dari jembatan persahabatan dengan masyarakat dunia.

Harimau Sumatera sendiri merupakan satwa yang terancam punah. Kelahiran dua anak harimau tersebut diharapkan memperkuat pesan mengenai pentingnya kepedulian terhadap konservasi kehidupan dan kelestarian alam.

Barani dan Malu Jadi Simbol Persahabatan RI-AS

Indroyono menilai keberadaan Barani dan Malu juga memiliki keterkaitan dengan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. Meski lahir di Texas, kedua satwa tersebut membawa identitas sebagai harimau Sumatera dan sekaligus menjadi bagian dari pesan konservasi Indonesia di tingkat internasional.

“Barani dan Malu lahir di Amerika Serikat, tetapi membawa nama, asal-usul, dan pesan dari Indonesia. Keduanya menunjukkan bahwa kedekatan Bandung dan Fort Worth, serta Indonesia dan Amerika Serikat, dapat tumbuh melalui pendidikan, budaya, persahabatan warga, dan kepedulian bersama terhadap konservasi kehidupan,” ujar Indroyono.

Kelahiran Barani dan Malu dengan demikian menjadi bagian dari hubungan yang lebih luas antara konservasi dan kerja sama antarnegara. Dua bayi harimau tersebut lahir di Amerika Serikat, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan kekayaan hayati Indonesia melalui asal-usul spesiesnya.

Kehadiran mereka di Fort Worth juga memperlihatkan bagaimana kerja sama sister city Bandung-Fort Worth dapat berkembang ke berbagai bidang, termasuk kepedulian terhadap konservasi kehidupan. Bagi Indonesia dan AS, kelahiran harimau Sumatera tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan komitmen bersama terhadap kelestarian alam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online