PSEL Bogor Raya 1 Rp2,8 Triliun Diingatkan Harus Akuntabel

Newswire
Newswire Kamis, 17 September 2026 22:47 WIB
PSEL Bogor Raya 1 Rp2,8 Triliun Diingatkan Harus Akuntabel

Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BOGOR—Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun mendapat perhatian terkait akuntabilitas penggunaan anggaran. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto meminta seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan pembangunan proyek tersebut.

Aris menyampaikan hal itu saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Menurut dia, besarnya nilai proyek membuat aspek pertanggungjawaban perlu diperhatikan di setiap bagian.

"Proyek ini pun juga menyerap dana kalau tidak salah Rp2,7 atau Rp2,8 triliun. Ini uang rakyat. Mohon dipertanggungjawabkan setiap bidang, setiap departemen, setiap lini," kata Aris.

Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat

Aris meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek PSEL Bogor Raya 1 mengutamakan pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut tidak dimanfaatkan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

Menurut Aris, Presiden Prabowo Subianto juga berulang kali mengingatkan jajaran pemerintahan untuk menjaga integritas dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

"Bapak Presiden selalu menyampaikan, mengingatkan, mengimbau, menasihati setiap saat, bersihkan diri kita masing-masing sebelum dibersihkan oleh negara," ujar dia.

Aris menyebut pemerintah saat ini memberikan perhatian terhadap empat sektor fundamental pembangunan. Keempat sektor tersebut meliputi pangan dan air, energi, teknologi, serta lingkungan.

Menurut dia, PSEL menjadi salah satu terobosan yang menggabungkan tiga sektor sekaligus, yakni energi, teknologi, dan lingkungan. Integrasi tersebut diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah.

PSEL Integrasikan Energi dan Teknologi

Aris menilai persoalan sampah telah menjadi masalah mendesak selama puluhan tahun. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar dapat menghasilkan solusi.

"Hal seperti ini saya mohon kepada seluruh kementerian/lembaga terkait untuk selalu koordinasi, komunikasi, kolaborasi supaya sinergis dan harmonis sehingga tercipta teknologi-teknologi, terobosan-terobosan yang kemarin menjadi bottleneck," kata Aris.

Ia juga menyinggung pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi sumber energi. Salah satu hasil pengolahan tersebut dapat berupa bahan bakar yang menyerupai solar.

Teknologi pirolisis tersebut disebut menjadi pelengkap PSEL. Adapun PSEL difokuskan untuk mengolah sampah baru menjadi energi listrik.

PSEL Bogor Raya 1 Olah 500.000 Ton Sampah

Sebelumnya, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyebut nilai investasi PSEL Bogor Raya 1 sekitar Rp2,8 triliun.

Proyek tersebut dirancang untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Jumlah itu setara sekitar 45 persen timbulan sampah di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

PSEL Bogor Raya 1 juga diproyeksikan menghasilkan energi hijau untuk memasok listrik bagi lebih dari 100.000 rumah. Selain itu, proyek ini diproyeksikan menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen.

Dari sisi emisi karbon, proyek tersebut diperkirakan mengurangi emisi sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun. Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 juga diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja.

Proyek tersebut sekaligus diproyeksikan mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir sekitar 80 persen. Dengan berbagai fungsi tersebut, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 diarahkan untuk menggabungkan pengelolaan sampah dengan pemanfaatan energi dan teknologi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online