Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menjadi penghubung aspirasi warga Kabupaten Semarang terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan Pemprov Jateng membuka ruang dialog secara transparan bagi masyarakat yang memiliki aspirasi, kekhawatiran, maupun keberatan terhadap dampak proyek energi terbarukan tersebut.
"Jadi, ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. Kita saat ini masih mendalami, kita di pemerintah provinsi siap menjembatani aspirasi masyarakat," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Menurut dia, kekhawatiran yang disampaikan masyarakat perlu dipandang sebagai masukan penting. Aspirasi tersebut akan didiskusikan bersama untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.
Pemprov Jateng Kaji Dampak Geotermal
Gus Yasin menjelaskan jajaran Pemprov Jateng saat ini masih mengumpulkan sekaligus mengkaji data-data teknis terkait dampak pengembangan potensi geotermal di lapangan.
Menurut dia, kebijakan nasional memang berfokus pada pengembangan energi hijau. Namun, pemanfaatan energi terbarukan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan ekosistem lingkungan hidup.
Ia menegaskan setiap aktivitas sektor pertambangan dan energi yang bersinggungan langsung dengan lingkungan pemukiman harus memprioritaskan keselamatan. Selain itu, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan proyek juga harus menjadi perhatian.
Eksplorasi PLTP Gunung Ungaran Masih Panjang
Sebelumnya, Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Dwi Suryono mengungkapkan eksplorasi proyek panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026.
Meski demikian, ia mengakui masih ada proses panjang yang harus dilalui sebelum proyek tersebut sampai pada tahapan pengeboran dan penambangan panas bumi.
Melalui keputusan tersebut, Kementerian ESDM kemudian mendelegasikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kepada PT PLN Persero.
Setelah itu, masih terdapat sejumlah tahapan perizinan yang harus dipenuhi. Di antaranya KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan).
Proyek PLTP Gunung Ungaran juga wajib mengantongi izin lingkungan berupa Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
"Tentunya izin yang sudah dimiliki tidak serta-merta bisa langsung melakukan kegiatan. Ada pula forum dalam izin lingkungan, public hearing mengundang pihak terkait, seperti stakeholder, masyarakat, LSM untuk memberi saran dan masukan kegiatan tersebut," katanya.
Potensi PLTP Capai 55 MW
Dwi menyebut potensi energi panas bumi yang dapat dihasilkan dari kawasan tersebut mencapai 55 Megawatt (MW). Adapun luasan wilayah yang terkait dengan potensi tersebut mencapai 29.800 hektare.
Dengan potensi itu, pengembangan panas bumi Gunung Ungaran diperkirakan dapat menyumbang 4-5 persen terhadap total bauran energi Baru Terbarukan (EBT) di Jateng.
Dengan demikian, proses pengembangan PLTP Gunung Ungaran tidak hanya berkaitan dengan potensi energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap tahapan perizinan, lingkungan, keselamatan, serta aspirasi masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia untuk lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan tarif bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.