Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Masuk Blok Kekuatan Dunia
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Jaringan gas. - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah terus mendorong pengembangan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, program tersebut juga diklaim mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat berupa kemudahan penggunaan, keamanan, serta potensi penghematan biaya energi hingga Rp900.000 per tahun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan pelanggan Jargas memperoleh pasokan gas secara langsung melalui jaringan pipa sehingga tidak lagi perlu membeli, mengangkat, maupun mengganti tabung LPG.
Pembayaran Disesuaikan dengan Pemakaian
Qodari menjelaskan sistem Jargas memungkinkan masyarakat menggunakan gas sesuai kebutuhan. Biaya yang dibayarkan dihitung berdasarkan volume pemakaian yang tercatat pada meter gas.
Menurutnya, harga gas melalui Jargas juga relatif lebih stabil karena tidak bergantung pada distribusi tabung LPG. Kondisi tersebut sekaligus dapat mengurangi potensi kelangkaan LPG di tingkat pengecer.
"Pemerintah menjamin keamanan Jargas melalui penggunaan peralatan berstandar, pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, dan pemeliharaan secara berkala," ujar Qodari dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatra di Gedung Bakom, Rabu (5/8/2026).
Berpotensi Hemat hingga Rp900.000 per Tahun
Dari sisi ekonomi, Qodari menyebut penggunaan Jargas dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
Dengan asumsi konsumsi tiga tabung LPG 3 kilogram per bulan dan tarif Jargas sekitar Rp4.000 per meter kubik, rumah tangga diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp50.000 hingga Rp80.000 setiap bulan.
Jika dihitung dalam setahun, potensi penghematan tersebut mencapai sekitar Rp600.000 hingga Rp900.000, bergantung pada tarif Jargas maupun harga LPG di masing-masing daerah.
Kurangi Ketergantungan Impor LPG
Qodari menegaskan pemerintah akan terus memperluas pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan kemandirian energi.
“Pemerintah berharap program Jargas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan energi yang lebih praktis, aman, efisien, serta mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” tandas Qodari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Nokia 1100 masih menjadi ponsel terlaris sepanjang sejarah dengan penjualan 250 juta unit. Simak daftar 20 ponsel paling laris di dunia versi Visual Capitalist.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
CDC menyelidiki wabah salmonella terkait cabai jalapeno yang menyebabkan 345 orang sakit di 27 negara bagian AS dan 36 dirawat di rumah sakit.
Menkum Supratman Andi Agtas menunggu keputusan DPR terkait usulan perubahan nama RUU Perampasan Aset yang kini masih dikaji Komisi III.
Persija Jakarta kalahkan Arema FC 3-1 di perebutan peringkat 3 Piala Presiden 2026. Gol Witan, Abdulmanan, dan Dethan bawa Macan Kemayoran menang.