BGN Evaluasi 63 Juta Data Penerima MBG, Fokus Daerah Stunting
BGN mengevaluasi 63 juta data penerima MBG dan memprioritaskan daerah berisiko stunting tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan implementasi program biodiesel B50 menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya domestik.
Sudaryono menyampaikan, arah kebijakan tersebut dijalankan melalui pendekatan best fast result (BFR), yakni menghadirkan hasil terbaik dalam waktu yang cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Presiden ingin segala sesuatunya best fast result. Programnya besar, dikerjakan dengan cepat, dan memberikan dampak nyata. Potensi swasembada pangan harus diwujudkan menjadi kenyataan. Potensi swasembada energi juga harus diwujudkan menjadi kenyataan," kata Sudaryono dalam keterangan di Jakarta, Senin.
B50 Dinilai Wujudkan Kemandirian Energi
Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo memiliki visi besar menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki, mulai dari sumber daya alam, lahan pertanian, hingga sektor energi.
Ia menilai implementasi biodiesel B50 menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu berkontribusi besar terhadap penguatan ketahanan energi nasional.
Melalui kebijakan tersebut, Indonesia disebut tidak lagi bergantung pada impor solar karena kebutuhan biodiesel dipenuhi dari kombinasi minyak bumi dalam negeri dan minyak sawit hasil produksi petani nasional.
"Dengan B50, Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar diesel atau solar. Sebanyak 50 persen berasal dari minyak bumi dalam negeri dan 50 persen di antaranya berasal dari minyak sawit yang dihasilkan petani Indonesia," tutur Sudaryono.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan negara agraris seperti Indonesia memiliki kemampuan memanfaatkan kekayaan alam dan hasil kerja petani untuk mendukung terwujudnya swasembada energi.
"Ini menunjukkan negara agraris seperti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam dan kerja keras petaninya untuk mencapai swasembada energi," ujarnya.
Swasembada Pangan Jadi Fondasi
Sudaryono menilai penguatan sektor energi tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia membangun ketahanan pangan terlebih dahulu.
Menurutnya, pengalaman selama pandemi COVID-19 memperlihatkan bahwa setiap negara akan lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan rakyatnya sendiri sehingga Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
"Saat pandemi kita merasakan sulitnya memperoleh beras dari negara lain. Dari pengalaman itulah kita bekerja keras hingga akhirnya Indonesia mencapai swasembada pangan. Sekarang kita melangkah lebih jauh dengan memperkuat swasembada energi," ujarnya.
Pendekatan Best Fast Result
Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan konsep best fast result (BFR) menjadi pendekatan utama Presiden Prabowo dalam menjalankan berbagai program strategis nasional.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin berbagai potensi yang dimiliki bangsa hanya berhenti sebagai wacana, tetapi harus segera diwujudkan melalui langkah yang cepat, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Kalau programnya besar tetapi terlalu lama dikerjakan, manfaatnya juga terlambat dirasakan. Karena itu Presiden selalu mendorong agar setiap kebijakan dieksekusi cepat dengan hasil terbaik sehingga manfaatnya segera diterima masyarakat," jelas Sudaryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN mengevaluasi 63 juta data penerima MBG dan memprioritaskan daerah berisiko stunting tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Aplikasi chat Bitchat dari Jack Dorsey bisa kirim pesan tanpa internet! Gunakan Bluetooth mesh, tidak perlu nomor HP, dan terenkripsi. Sudah bisa diunduh di App
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menjadi co-host Konferensi Internasional Digital Humanities (ICDH) ke-5 bersama Institut Teknologi Bandung (ITB)
Untidar masih membuka pendaftaran SMODS 2026 hingga 21 Juli pukul 11.30 WIB. Sebanyak 277 kursi tersedia di 29 program studi sebagai jalur terakhir masuk kampus
10 negara terbaik untuk solo traveling: Jepang, Korea Selatan, Singapura, Selandia Baru, Islandia, Portugal, Kanada, Swiss, Australia, Finlandia. Aman, nyaman,
Studi: manusia makin pendiam! Jumlah kata per hari turun 338 kata/tahun, dari 16.000 (2005) ke 12.700 (2019). Teknologi & perubahan sosial jadi pemicu. Simak se