Iran Tegaskan Kendali Penuh atas Selat Hormuz dan Sekitarnya
Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman serta memperingatkan kapal yang melintas di luar jalur yang ditetapkan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kedua kiri) di di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menggenjot kebijakan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Langkah ini menjadi bagian penting dari agenda besar mewujudkan kemandirian nasional di sektor energi dan pangan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan, Presiden Prabowo telah menempatkan kemandirian energi sebagai prioritas utama.
“Bangsa ini harus mandiri, harus maju, dan lepas dari ketergantungan, baik pangan maupun energi. Itu yang terus diupayakan,” ujar Qodari, Sabtu (13/6/2026).
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Jika di sektor pangan mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan produksi, tantangan di sektor energi dinilai jauh lebih kompleks.
Qodari mengungkapkan, kebutuhan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM), masih sangat bergantung pada impor. Dari total kebutuhan harian sekitar 1,6 juta barel, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 600 ribu barel.
“Kondisi ini membuat kita sangat bergantung pada pasar global, sehingga fluktuasi harga dunia langsung berdampak ke dalam negeri,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik. Salah satunya melalui program biodiesel B50 untuk solar, serta pengembangan campuran etanol E20 pada bensin. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, Qodari juga menyinggung kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green yang belakangan terjadi. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak terlepas dari dinamika global yang sulit dikendalikan pemerintah.
Menurutnya, faktor geopolitik memiliki pengaruh besar terhadap harga minyak dunia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, menjadi salah satu pemicu utama fluktuasi harga energi global.
Posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz turut memperbesar dampak setiap konflik di kawasan tersebut terhadap distribusi minyak dunia.
Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap BBM bersubsidi. Harga BBM jenis Pertalite dipastikan tetap stabil dan tidak terdampak langsung oleh gejolak harga global.
“BBM kita ada dua skema, yakni subsidi dan nonsubsidi. Yang disubsidi tetap dijaga agar tidak naik,” tegas Qodari.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah optimistis ketergantungan terhadap energi impor dapat ditekan secara bertahap, sekaligus memperkuat kemandirian nasional di tengah ketidakpastian global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman serta memperingatkan kapal yang melintas di luar jalur yang ditetapkan.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.