PSIM Jogja Kejar Striker Asing, Negosiasi Masuk Tahap Krusial
PSIM Jogja masih memburu striker asing untuk Super League 2026/2027. Negosiasi dengan sejumlah pemain berlangsung, sementara lini depan menjadi prioritas utama.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
JOGJA--Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo berdampak positif pada penanganan sampah di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, dengan pengurangan signifikan pada volume sampah organik harian.
Lurah Keparakan Yusuf Ahbari mengatakan, setelah TPST Piyungan ditutup total mulai 1 Januari, kelurahan semakin mengintensifkan pemilahan sampah dari sumbernya. Hanya sampah residu kini yang ditransitkan di Depo Purawisata, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna ditangani sejak dari rumah tangga.
“Masalah sampah kan sudah menjadi darurat sampah, dan juga kami dari Kelurahan Keparakan punya depo. Depo Purawisata itu sekarang hanya dipakai untuk transit residu, sisa dari sampah yang sudah dipilah, jadi tidak lagi ditumpuk seperti sebelumnya,” ujar Yusuf, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, sampah anorganik diarahkan masuk ke bank sampah yang tersebar di tingkat RW. Dari 13 RW di Keparakan, terdapat 14 bank sampah aktif yang menampung anorganik bernilai ekonomis seperti kardus, besi, dan plastik untuk mengurangi beban residu.
Sementara itu, pengurangan terbesar terjadi pada sampah organik. Sampah organik basah maupun setengah matang kini langsung diserap oleh off-taker untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga tidak lagi masuk ke depo.
“Setiap pagi saya menerima laporan dari juru pilah. Rata-rata ada delapan ember sampah organik yang langsung diambil off-taker. Kalau satu ember sekitar 10 kilogram, berarti ada pengurangan sekitar 80 sampai 100 kilogram per hari,” katanya.
Yusuf menyebut, mekanisme tersebut berjalan seiring dengan penerapan lima langkah Mas Jos, mulai dari pemilahan sampah sesuai jenis, penyaluran anorganik ke bank sampah, pengelolaan organik, kebiasaan menghabiskan makanan, hingga penggunaan wadah makan yang dapat dipakai ulang.
Ia menambahkan, edukasi pemilahan sampah sebenarnya sudah lama dilakukan di Keparakan. Namun, penerapan program Mas Jos membuat upaya tersebut menjadi lebih disiplin dan terpantau setiap hari.
“Penurunannya memang terasa di organik karena langsung diambil. Ini menunjukkan kalau pemilahan dari rumah tangga berjalan, beban depo dan residu bisa ditekan,” ucapnya.
Dengan penguatan bank sampah dan keterlibatan off-taker, Kelurahan Keparakan berharap pengelolaan sampah mandiri dapat terus berjalan meski tekanan akibat penutupan TPST Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja masih memburu striker asing untuk Super League 2026/2027. Negosiasi dengan sejumlah pemain berlangsung, sementara lini depan menjadi prioritas utama.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.