1001 Pembatik Akan Membatik Serentak di Malioboro, Kadin DIY Bidik Generasi Muda
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
JOGJA--TPST Piyungan mulai 2026 tidak lagi menampung sampah dari Kota Jogja. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mendorong reduksi atau pengurangan sampah rumah tangga. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan kebijakan TPST Piyungan yang tidak lagi menampung sampah dari Kota Jogja pada 2026 telah dikoordinasikan dengan Pemda DIY.
“Kami bekerja sama dengan provinsi. Kami mendapat arahan dari Pak Gubernur untuk mengondisikan bagaimana Kota [Jogja] yang hanya mampu mengolah 190 ton [sampah per hari], sementara produksinya 300 ton [per hari]. Maka sisanya harus diselesaikan dengan reduksi di tingkat hulu,” katanya, Jumat (14/11/2025). Dia menuturkan hingga kini belum seluruh sampah yang diproduksi Kota Jogja mampu diolah dengan TPS3R yang ada. Dia menyebut dari 300 ton produksi sampah per hari, TPS3R milik Pemkot Jogja baru mampu mengolah sampah hingga 190 ton per hari.
Dia pun mendorong agar pengolahan sampah berbasis masyarakat mampu mereduksi sampah yang dibuang ke TPST Piyungan. Dia menargetkan pengolahan sampah berbasis masyarakat tersebut dapat mereduksi sampah hingga 100 ton per hari.
Dalam upaya mereduksi sampah, Pemkot melalui berbagai kelurahan telah mengumpulkan sisa makanan dan sisa sayur menggunakan ember plastik. Saat ini telah ada 950 ember plastik yang digunakan untuk mengolah sampah organik. “Itu [dengan 950 ember plastik untuk olah sampah] sudah mendekati 25 ton. Lumayan sudah mengurangi 25 ton. Nanti sampah sapuan jalanan juga target saya terkurangi sekitar 25 ton,” katanya.
Hasto menilai dengan pengolahan sampah organik di tiap rumah tangga dan penyetoran sampah anorganik melalui bank sampah dapat optimal, Pemkot Jogja akan mampu menurunkan volume sampah yang diolah ke TP3R hingga 100 ton per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage